Gara-gara Injektor Common-rail Rusak, Ford Everest TDCi Turun Mesin, Kena Metal Jalan. Otoseken .id - Ford Everest TDCi generasi kedua sudah menggunakan sistem common-rail, berkapasitas mesin 2.500 cc. Injektor bekerja menggunakan teknologi solenoid atau elektrik yang diaktifkan oleh arus listrik yang diatur oleh komputer atau ECU. KomponenMesin Diesel Common Rail Sistem common rail terdiri atas beberapa komponen seperti fuel tank untuk menyimpan bahan bakar, filter bahan bakar (fuel filter), serta supply pump. Selain itu terdapat pula high pressure pump, high pressure accumulator, injektor, katup pengatur tekanan, sensor-sensor, dan electronic driver control (EDC). ANALISIS KANDUNGAN KARBON MONOKSIDA (CO) PADA MESIN DIESEL DAN BENSIN. NAMA : MOCHAMMAD JAROT NO.REG : 5315117186. MESIN DIESEL COMMON-RAIL. A. Pendahuluan Selama ini mesin Diesel memiliki image atau dikenal digunakan pada kendaraan niaga dengan suara mesin yang keras dan asap knalpotnya pekat, berbau dan kotor. Engine management system (EMS) adalah sistem pada mesin yang diatur secara elektronik dengan tujuan menghasilkan output mesin yang efektif dan efisien. Efektif artinya menghasilkan tenaga mesin yang optimal dan efisien berarti pemakaian bahan menjadi lebih irit. Sistem manajemen mesin meliputi sistem input, prosesor dan output. Sistem injeksi bahan bakar common rail pada mesin diesel memiliki sistem yang hampir sama dengan sistim injeksi elektronis yang ada pada motor bensin yang dikenal dengan sebutan Electronic Fuel Injection (EFI), volume penyemprotan bahan bakar dikontrol secara elektronis, basis dari sistem ini mengalami banyak pengembangan dan juga banyak dipakai pada berbagai merek kendaraan, baik kendaraan JAKARTA - Mesin. diesel pada mobil-mobil baru saat ini, umumnya sudah dibekali teknologi common-rail. Sistem kerjanya memakai pengontrol katup solenoid elektronik, yang memungkinkan solar terinjeksi sesuai jumlah yang dibutuhkan. Konsekuensinya mesti menggunakan jenis solar sesuai standar yang dibutuhkan mesin diesel common-rail. Discovernew energy & smart vehicles. common rail sensor utama di solusi terbaik untuk kinerja mesin. Tawaran memikat untuk common rail sensor teknologi tinggi ini sangat menarik. ekjS5BM. Common Rail Adalah – Mesin diesel kekinian memakai common rail. Common rail ini adalah versi canggih teknologi pada mesin diesel. Lalu yang dimaksud common rail adalah? Istilah dari common rail berasal dari proses pendistribusian bahan bakar ke injektor memakai rail lajur yang digunakan bersama. Bahan bakar disalurkan lewat fuel rail dan terbagi ke setiap injektor yang tersambung dengan ruangan bakar di dalam silinder. Dengan kata lain pengontrolan sudah dilakukan menggunakan EDC. Untuk lebih jelasnya terkait common rail adalah baik fungsi, komponen, dan cara kerja akan diulas pada artikel berikut ini. Common rail adalah satu proses injeksi atau mekanisme bahan bakar yang dipakai pada mobil diesel. Konsep kerjanya serupa dengan elektronik fuel injection atau EFI pada mobil bensin. Mekanisme common rail terdiri dari beberapa komponen seperti fuel tank untuk simpan bahan bakar, filter bahan bakar fuel filter, suplai pump, high pressure pump, high pressure akimulator, injektor, katup pengontrol penekanan, sensor-sensor, dan elektronik driver kontrol EDC. Semua komponen itu bekerja dengan kolaborasi supaya common rail bisa penuhi keperluan bahan bakar dan proses kerja mesin diesel. Dengan demikian, pembakaran bahan bakar dapat terus terjadi dan mobil juga dapat berjalan mulus. Fungsi Common Rail Fungsi khusus mekanisme cara kerja common rail pada mobil diesel adalah untuk pastikan supaya injeksi bahan bakar dapat terus jalan. Selain itu, ada pula beberapa fungsi lain common rail adalah 1. Memasok Bahan Bakar Mesin mobil membutuhkan bahan bakar supaya bisa dioperasionalkan. Common rail berikut yang bekerja untuk memasok bahan bakar untuk mesin. Saat Anda isi bahan bakar, common rail akan menyimpan dalam fuel tank. Saat diperlukan, common rail akan ambil bahan bakar yang disimpan dan memprosesnya lewat proses pembakaran bahan bakar. 2. Memberi Penekanan pada Bahan Bakar Bahan bakar yang ada dalam fuel tank tidak dapat diinjeksikan demikian saja. Supaya bisa dipakai, bahan bakar membutuhkan penekanan dengan jumlah tertentu. Common rail lewat high pressure pump memberi penekanan pada bahan bakar agar capai high pressure akimulator. Dengan penekanan dari common rail, bahan bakar juga dapat dipakai di ruangan bakar. 3. Membagikan Bahan Bakar Tidak hanya fungsi diatas melainkan cara kerja common rail meliputi distribusi bahan bakar. Bahan bakar yang sudah dikasih penekanan harus diteruskan pada silinder-silinder mesin supaya mobil dapat terus jalan. Common rail membagikan bahan bakar bertekanan ini lewat pipa rail. 4. Atur Timing Injeksi Bahan Bakar Injeksi bahan bakar tidak dapat dilaksanakan secara sembarangan, harus dengan timing dan durasi waktu yang akurat. Supaya hal itu bisa terjadi, karena itu common rail diperlengkapi dengan EDC. Karena EDC, common rail dapat atur timing injeksi bahan bakar supaya sesuai cara kerja masing-masing silinder mesin mobil. Cara kerja common rail pada mobil diesel adalah dengan melakukan proses penekanan pada bahan bakar untuk selanjutnya diteruskan ke ruangan bakar. Semua prosesnya ditata oleh EDC supaya sesuai cara kerja silinder mesin. Cara Kerja Common Rail Saat ini masuk pada ulasan khusus berkenaan cara kerja common rail. Bila dibanding, sebetulnya cara kerja common rail dengan EFI pada mobil bensin cukup serupa. Ke-2 nya berperan untuk menginjeksikan bahan bakar diesel secara automatis pada mesin. Sebelumnya, bahan bakar yang diletakkan dalam fuel tank disedot oleh high pressure pump. Penekanan bahan bakar naik sampai capai high pressure akimulator atau pipa rail saat melewati high pressure pump. EDC selanjutnya atur supaya timing dan durasi waktu injeksi bahan bakar masih tetap sesuai keperluan mesin, kurang dan tidak kurang Baru kemudian bahan bakar dibakar di di dalam ruangan bakar. Dengan pembakaran ini, mesin mobil diesel dapat terus meluncur. Kebalikannya, bila mekanisme injeksi bahan bakar alami masalah, pembakaran juga tidak jalan normal. Mengakibatkan, mobil akan jalan tersendat-sendat atau bahkan juga berhenti. Diatas terkait ulasan mengenai common rail adalah baik fungsi, komponen, dan cara kerja. Semoga dapat menambah wawasan pengetahuan. Sunday, September 24, 2017 Edit Mesin diesel common rail EFI merupakan mesin diesel modern yang sistem kerjanya sudah computerize, artinya sudah menggunakan komponen elektronik seperti sensor-sensor dan control unit untuk mengontrol kinerjanya. Saat mengalami kerusakan yang berhubungan dengan sistem kontrol maka kode kerusakan akan disimpan di dalam memori control unit untuk memudahkan melakukan analisa perbaikan, ikuti petunjuk kode DTC yang ditampilkan saat melakukan perbaikan. Namun jika tidak terdapat kode kerusakan atau DTC lakukanlah pemeriksaan dasar sebagai langkah awal perbaikan. Diesel Common Rail Ikuti langkah-langkah berikut untuk melakukan troubleshooting yang sistematis sehingga kerusakan dapat diperbaiki secara akurat dan cepat. Tidak bisa start Sulit starter Area yang dicurigai Starter Relay starter Water temp. sensor Sulit starter saat mesin dingin Area yang dicurigai Sirkuit sinyal STA Injektor Saringan bahan bakar ECU mesin Supply pump Sensor tekanan bahan bakar Diesel throttle Sulit starter saat mesin panas Area yang dicurigai Sirkuit sinyal STA Injektor Saringan bahan bakar Tekanan kompresi ECU mesin Supply pump Sensor tekanan bahan bakar Diesel throttle Mesin mati segera setelah start Area yang dicurigai Saringan bahan bakar Injektor Sirkuit sumber daya ECU ECU mesin Supply pump Sensor tekanan bahan bakar Diesel throttle Lain-lain Mesin mati Area yang dicurigai Sirkuit sumber daya ECU Injektor ECU mesin Supply pump Sensor tekanan bahan bakar Diesel throttle Idle pertama yang tidak tepat Idling buruk Area yang dicurigai Saringan bahan bakar Injektor ECU mesin Supply pump Sensor tekanan bahan bakar Idle speed mesin tinggi Idling buruk Area yang dicurigai Sirkuit sinyal A/C Injektor Sirkuit sinyal STA ECU mesin Supply pump Sensor tekanan bahan bakar Idle speed mesin lebih rendah Idling buruk Area yang dicurigai Sirkuit sinyal A/C Injektor Sirkuit kontrol EGR Tekanan kompresi Celah katup Saluran bahan bakar Pengurasan udara ECU mesin Supply pump Sensor tekanan bahan bakar Diesel throttle Idling kasar Idling buruk Area yang dicurigai Injektor Saluran bahan bakar Pengurasan udara Sirkuit kontrol EGR Tekanan kompresi Celah katup ECU mesin Supply pump Sensor tekanan bahan bakar Diesel throttle Hunting saat mesin panas Idling buruk Area yang dicurigai Injektor Sirkuit sumber daya ECU Tekanan kompresi Saluran bahan bakar Pengurasan udara Celah katup ECU mesin Supply pump Sensor tekanan bahan bakar Diesel throttle Hunting saat mesin dingin Idling buruk Area yang dicurigai Injektor Sirkuit sumber daya ECU Tekanan kompresi Saluran bahan bakar Pengurasan udara Celah katup ECU mesin Supply pump Sensor tekanan bahan bakar Diesel throttle Tersendat/Akselerasi buruk Kemampuan pengendaraan buruk Area yang dicurigai Injektor Saringan bahan bakar Sirkuit kontrol EGR Tekanan kompresi ECU mesin Supply pump Sensor tekanan bahan bakar Diesel throttle Knocking Kemampuan pengendaraan buruk Area yang dicurigai Injeckor Sirkuit kontrol EGR ECU mesin Supply pump Sensor tekanan bahan bakar Asap hitam Kemampuan pengendaraan buruk Area yang dicurigai Injektor Sirkuit kontrol EGR ECU mesin Supply pump Sensor tekanan bahan bakar Diesel throttle Asap putih Kemampuan pengendaraan buruk Area yang dicurigai Sirkuit kontrol EGR Injektor Saringan bahan bakar ECU mesin Supply pump Sensor tekanan bahan bakar Diesel throttle Surging/Hunting Kemampuan pengendaraan buruk Area yang dicurigai Injektor ECU mesin Supply pump Sensor tekanan bahan bakar Artikel ini melanjutkan ulasan bertema common rail, sebagai pelengkap dan penambah literasi Bro-Sis dalam mendapatkan gambaran tentang cara kerja sistem bahan bakar common rail. Referensi berasal dari resume pribadi motohoby selama memberikan pengajaran/ pelatihan mekanik alat-alat bahan bakar common rail pada mesin Diesel mungkin masih terasa rumit untuk dipahami buat sebagian Bro-Sis, dan hal itu wajar mengingat pada kenyataannya akses untuk mempelajarinya sangat terbatas, khususnya dalam beberapa tahun silam dimana populasi mesin Diesel common rail belum sebanyak sekarang. Beruntungnya di saat sekarang ini, akses informasi semakin banyak di jumpai dari berbagai blog dan artikel dalam/ luar negeri dan juga banyak dijumpai disalah satu media berbagi video paling populer di Indonesia. Motohoby ingin turut mengulasnya sebagai alternatif dalam pemahaman sehingga Bro-Sis akan semakin percaya diri untuk mempelajari salah satu teknologi bahan bakar bakar terkini ini lebih lanjut. Pada kesempatan ini kita mulai dulu dari fungsi sensor-sensor yang terdapat didalam sistem bahan bakar common rail ini, tapi ingat mungkin saja nama/ fungsi sensor bisa berbeda antara satu merek mesin dengan merek yang lain karena terkait penerapan teknologi emisi gas buang yang berbeda-beda. dan berikut adalah sensor beserta fungsi nya untuk teknologi common rail untuk euro putaran crankshaft. Sesuai namanya, sensor ini berfungsi untuk membaca jumlah putaran crankshaft sensor rpm. Sensor ini terpasang di sekitar puli crankshaft ataupun di sekitar fly wheel. Sensor ini juga berfungsi untuk membaca posisi top silinder pertama sehingga ECU dapat menentukan firing order penginjeksian bahan bakar. Sensor ini merupakan sensor yang fital bagi kinerja sistem bahan bakar elektronik, dimana jika terdapat gangguan pada fungsi-fungsinya akan menyebabkan turunnya performa mesin atau bahkan mesin tidak dapat dihidupkan. Sed an Sensor putaran camshaft. Sensor ini menjadi pendukung fungsi sensor crankshaft, dan juga sekaligus sebagai back-up ketika sensor putaran crankshaft gagal menjalankan fungsinya. Artinya, ketika terjadi kegagalan fungsi sensor crankshaft mesin mungkin masih dapat dihidupkan namun tenaga mesin akan dibatasi rpm tertinggi tidak dapat terjadi Sensor tekanan rail. Terpasang pada salah satu ujung pipa rail yang berfungsi untuk membaca tekanan bahan bakar di dalam rail. Bersama dengan fungsi sistem pompa bahan bakar tekanan tinggi, sensor ini akan memastikan bahwa tekanan bahan - bakar didalam rail tidak kurang dan tidak melebihi nilai tekanan yang dianjurkan sehingga performa mesin tetap terjaga optimal disetiap perubahan rpm. Sensor tekanan bahan bakar pengisi. Sensor ini membaca tekanan bahan bakar setelah pompa pengisi jalur sistem tekanan rendah. Meskipun bukan termasuk sensor yang fital secara langsung, namun fungsinya akan menjadi pemicu munculnya informasi/ warning penyebab kekurangan tekanan tinggi didalam rail yang mungkin saja disebabkan sistem pensuplai bahan bakar tekanan rendah yang tidak bekerja sempurna. Sensor temperatur coolant. Coolant menjadi salah satu parameter penting untuk menentukan timing dan jumlah bahan bakar yang disemprotkan oleh injector, karenanya temperatur ini harus dibaca dan dikirimkan ke ECU. Sensor ini berfungsi untuk membaca temperatur cairan pendingin mesin tersebut sehingga dengan fungsinya ini sebuah mesin Diesel common rail akan mudah dihidupkan dalam cuaca dingin dan hemat bahan bakar ketika temperatur mesin telah hangat/ panas. Melalui sensor ini pula mesin common rail akan mati seketika ketika coolant telah mencapai temperatur overheat, sehingga kerusakan lebih parah dapat dikurangi. Sensor tekanan oli mesin. Tekanan oli menjadi salah satu pertanda sistem pelumasan telah bekerja. Artinya, ketika sesnsor ini mendeteksi bahwa tidak cukup tekanan oli maka mesin common rail akan dicegah hidup oleh ECU. Sensor tekanan oli akan membaca tekanan oli pada beberapa kondisi, yakni ketika kondisi mesin mati, kondisi ketika mesin di starter sebelum hidup, dan ketika mesin telah hidup. Fungsinya termasuk fital karena jika tekanan oli tidak mencukupi untuk membuat rpm mesin dinaikkan, maka rpm mesin tidak akan dinaikkan. Dengan kata lain, mungkin saja jumlah oli mencukupi tekanan oli cukup ketika mesin hidup di rpm idle namun tidak mencukupi ketika mesin berputar di rpm yang lebih tinggi. Kondisi tersebut tentu akan membahayakan mesin jika tidak diantisipasi dengan tepat, karenanya melalui signal dari sensor ini ECU akan mencegah rpm dinaikkan/ rpm ditahan di rpm tertentu saja. Sensor tekanan udara intake. Sensor ini membaca tekanan udara di dalam intake manifold. Tekanan udara ini menggambarkan jumlah udara yang tersedia, sehingga dengan data ini ECU dapat menentukan seberapa banyak bahan bakar yang akan disemprotkan oleh injector untuk mendapatkan perbandingan udara dan bahan bakar air fuel ratio yang paling tepat. Sensor temperatur udara intake. Masih dilokasi yang sama dengan lokasi sensor temperatur udara intake, sebuah sensor pembaca temperatur udara juga dipasangkan. Fungsinya sebagai koreksi sensor tekanan udara intake, karena temperatur akan menggambarkan jumlah pertikel oksigen di dalam seluruh udara yang masuk ke dalam intake manifold. Nah, kurang lebih itulah fungsi-fungsi sensor di dalam sistem bahan bakar common rail. Artikel tentang common rail ini akan kita sambung di artikel yang lain, in sha ALLAH, salam PRO.Lokasi sensor tekanan railLokasi sensor temperatur dan tekanan udara didalam intake manifoldLokasi sensor tekanan bahan bakar sistem tekanan rendah Makalah Mesin Diesel Common Rail Teknologi ini sebetulnya telah dikenal sejak satu abad silam, yang digunakan pada mesin lokomotif dan kapal selam. Hanya saja common rail di masa itu masih menggunakan sistem mekanis dalam membuka katup injektor. Common Rail modern, yang berbasis elektronik kemudian dkembangkan pertama kali pada tahun 1960-an oleh ilmuwan asal Swiss Robert Huber, yang kemudian dikembangkan lebih jauh lagi oleh Dr. Marco Ganser. Pada tahun 1990-an, Magneti Marelli, Centro Ricerche Fiat dan Elasis berkolaborasi membuat prototipe Common rail. Robert Bosch Gmbh, kemudian membeli paten prototipe tersebut dari Fiat Group untuk dirpoduksi massal. Mobil penumpang pertama yang mengadopsi Common Rail adalah Alfa Romeo 156 pada 1997. Namun, penggunaan Common rail modern secara massal sebetulnya dilakukan di Jepang pada tahun 1995. Hanya saja kendaraan yang memakai teknologi tersebut adalah truk, bukan mobil penumpang. Pengembangan di Jepang dilakukan oleh Dr. Shohei Itoh dan Masahiko Miyaki. Dua insinyur yang bekerja untuk Denso Corporation itu mengembangkan Common Rail untuk kendaraan berat. Pada Tahun 1995, Common Rail buatan Denso diaplikasikan pada truk Hino. Injeksi rel bersama atau dalam bahasa Inggris disebut dengan common-rail injection adalah salah satu metode injeksi bahan bakar ke dalam ruang bakar dengan sistem penghasil tekanan ditempatkan terpisah dari injektor itu sendiri.[1] Dalam injeksi rel bersama diperlukan suatu penampung tekanan tinggi yang terdiri dari rel dan jalur bahan bakar tekanan tinggi menuju nosel.[1] Tekanan injeksi dapat diatur terpisah dari putaran mesin dan kuantitas bahan bakar yang terinjeksikan dapat diatur menurut batasan tertentu.[1] Tekanan di dalam penampung dapat mencapai bar dan dialirkan melalui pipa tegar menuju injektor.[2] Sistem injeksi rel bersama umum digunakan untuk efisiensi bahan bakar yang lebih baik dan pengurangan emisi mesin diesel.[3] Hasil akhir dari penggunaan sistem ini adalah pembakaran yang optimal dalam semua rentang beban.[3] Keuntungan penggunaan Common Rail 1. Sistem common rail menawarkan peningkatan atomisasi bahan bakar, sehingga meningkatkan pengapian dan pembakaran dalam mesin 2. Sistem common rail juga memberikan peningkatan kinerja, menurunkan konsumsi bahan bakar, dan membuat getaran mesin lebih halus 3. Waktu pembakaran yang lebih sempurna, sehingga menghasilkan tenaga mesin yang jauh lebih baik. Kelemahan dari sistem injeksi rel bersama adalah tekanan kerja yang sangat tinggi menyebabkan ketegangan material yang tinggi.[3]. Implikasi dari hal ini adalah risiko kebakaran dan ledakan yang tinggi bila terjadi kebocoran sehingga perlu penempatan yang hati-hati dari sistem injeksi.[3] Sistem pada common rail terbagi atas sumber 1. Electric feed pump Tidak semua kendaraan menggunakan sistem pompa bahan bakar elektrik – Fungsi utamanya adalah memberikan asupan bahan bakar pompa utama yang mampu memberikan tekanan sangat tinggi ke "Rail" 2. Filter – Memiliki fungsi yang sangat penting sekali untuk menyaring bahan bakar sebelum memasuki pompa dan selanjutnya dikirimkan ke Rail dan berakhir di injektor. Injektor ini memiliki tingkat kerapatan yang sangat kecil dan presisi, sehingga adanya partikel kotoran pada bahan bakar akan menyebabkan injektor mampet 3. Overflow valve – Klep yang mengatur kelebihan bahan bakar dengan tekanan tinggi untuk dapat kembali ke tangki utama bahan bakar 4. Return manifold – Mengontrol bahan bakar kembali ke ke tangki utama bahan bakar 5. High Pressure pump – Pompa bahan bakar dengan tekanan sangat tinggi ini merupakan "jantung" dari sistem Common Rail Injection. Ini adalah alat yang dapat meningkatkan pasokan bahan bakar sehingga memiliki tekanan yang sangat tinggi. – Saat mesin dalam keadaan hidup, pompa bahan bakar ini dapat menghasilkan tekanan lebih dari BAR – Bandingkan tekanan pada common rail ini dengan tekanan pada ban kendaraan pada umumnya yang hanya memiliki tekanan sekitar 2,5 sampai 3,5 BAR! 6. High pressure control valve Tidak semua kendaraan menggunakan sistem pompa bahan bakar elektrik – . Fungsi utamanya adalah mengkontrol tekanan didalam pompa High Pressure pump. Kontrol ini dilakukan oleh ECU / ECM 7. Rail pressure sensor – memonitor tekanan pada sistem Rail 8. Rail – ini adalah terminology common rail’ dimana bahan bakar dari pompa disalurkan dan disimpan menunggu waktu bukaan injektor yang dikontrol oleh ECU / ECM untuk selanjutnya disemprotkan ke ruang pembakaran 9. Injectors – Injectors pada sistem common rail dikontrol oleh ECU / ECM. Penggunaan injector yang berkualitas dengan presisi yang sangat tinggi akan menentukan tingkat pengkabutan bahan bakar sehingga menjadi butiran yang sangat halus dan sempurna 10. ECU / ECM – Engine Control Unit yang mengatur waktu buka / tutup injektor, serta lamanya waktu buka injektor. Sistem elekronik komputer ini saling tersambung dengan berbagai perangkat dan sensor lainnya kecepatan mesin, tekanan turbo, beban mesin, dll sehingga akan menentukan berbagai faktor lainnya demi memberikan pasokan bahan bakar yang tepat waktu dengan jumlah yang sesuai. Cara Kerja Diatas adalah common-rail ECU merupakan penggerak utama dari mesin injektor rail bersama. Pada mesin ini, minyak solardi pompa keluar dari tangki oleh pompa bertekanan rendah menuju saringan, dari saringan solar bergerak menuju pompa dengan tekanan tinggi 1600-2200bar menuju ke rail, dan diteruskan ke injektor. Penggerak daripada injektor itu adalah arus listrik, dimana arus tersebut diberikan oleh ECU yang mendapat sinyal dari sensor-sensor yang terdapat pada mesin. Aplikasi Common Rail Penggunaan Direct Injection Electronic Commonrail Common Rail pada kendaraan bermesin diesel semakin banyak kita temui beberapa tahun belakangan ini. SUV dan kendaraan 4x4 terbaru di Indonesia saat ini rata-rata tersedia dalam versi diesel dengan menerapkan teknologi Common Rail. Sebut saja Toyota Hilux dan Fortuner, Mitsubishi Triton dan Pajero Sport, Ford Ranger dan Everest, Isuzu D-Max, Nissan Frontier, Mazda BT50, dan masih banyak lagi. Berikut beberapa contoh-contoh pengaplikasian common rail pada dunia automotif;  BMW Mesin D digunakan juga di Land Rover Freelander TD4  Cummins dan Scania AB XPI Developed under joint venture  Cummins CCR PompaCummins dengan injektor Bosch  Daimler CDI di Chrysler Jeep dinamakan CRD  Fiat Group Fiat, Alfa Romeo dan Lancia JTD juga dinamai MultiJet, JTDm, Ecotec CDTi, TiD, TTiD , DDiS, Quadra-Jet  Ford Motor Company TDCi Duratorq dan Powerstroke  General Motors Opel/Vauxhall CDTi diproduksi oleh Fiat, Isuzu dan GM Daewoo serta model awal DTi  General Motors Daewoo/Chevrolet VCDi lisensi dari VM Motori; juga diberi merek Ecotec CDTi  Honda i-CTDi  Hyundai-Kia CRDi  IKCO EFD  Isuzu iTEQ  Komatsu Tier3, Tier4, 4D95 and higher - HPCR seri mesin Diesel.  Mahindra CRDe  Mazda MZR-CD MZ-CD, MZ-CD diproduksi denga joint ventura dengan Ford/PSA Peugeot Citroën serta model awal DiTD  Mitsubishi DI-D belakangan dikembangkan di Mesin 4N1  Nissan dCi, Infiniti menggunakan mesin dCi, tapi tidak diberi merek dCi.  Proton SCDi  PSA Peugeot Citroën HDI atau HDi HDI, HDI, HDI dan V6 HDI dikembangkan secara joint ventura dengan Ford  Renault dCi generasi sebelumnya dTi pref=2&pli=1 Posted on 09 Jan 2021 Mesin diesel terdiri dari dua sistem, yaitu konvensional dan common rail. Mesin diesel common rail lebih modern dengan sistem komputerisasi, khususnya perihal suplai bahan bakar ke ruang bakar. Namun ketika mesin diesel common rail susah hidup, berarti ada beberapa masalah yang bisa menjadi penyebabnya. Apa saja penyebab dari masalah ini? Masalah Solar Penyebab pertama masalah mesin diesel common rail susah hidup adalah solar. Seperti yang diketahui, solar adalah bahan bakar khusus mesin diesel. Namun ketika solar yang dipakai bermasalah, maka sudah pasti mesin ini susah solar ini mencakup terlalu kotor dan bercampur air dan jenis oplosan yang sudah tercampur cairan lain. Maka dari itu Anda harus selalu pastikan bahwa solar yang dipakai memang produk terpercaya. Jika tidak, hal ini dapat menyebabkan mesin diesel mati mendadak. Masalah Pipa/Selang Bahan Bakar Rusak Pipa atau selang bahan bakar memang menjadi bagian penting karena sebagai tempat mengalirnya solar ke bagian injektor. Jika bocor, robek, atau lepas, sudah pasti bahan bakar tidak bisa mencapai injektor. Risikonya adalah mesin diesel menjadi susah hidup. Selain itu solar akan berceceran ke bagian mesin lainnya. Malah jadi membawa risiko lebih bahaya lagi. Masalah Filter Bahan Bakar Mampet Filter bahan bakar berguna untuk menyaring kotoran. Dengan begitu solar yang masuk ke dalam ruang bakar menjadi lebih bersih. Namun saat kotoran yang tertampung sudah terlalu banyak, maka bisa muncul masalah mampet. Gejala pertama yang menjadi penanda adalah lampu indikator check engine atau water separator menyala. Kemudian suplai bahan bakar ke dalam injektor pastinya terpengaruhi karena tidak mencapai jumlah yang sesuai. Akhirnya mesin menjadi susah hidup. Masalah Priming Pump Rusak Priming pump terkadang masih digunakan di dalam beberapa mesin diesel common rail. Fungsinya untuk membantu kinerja supply pump untuk menghisap solar dari dalam tangki bahan bakar. Ketika priming pump rusak, maka solar tidak bisa terhisap dengan sempurna. Inilah yang menjadi salah satu alasan mesin jadi susah hidup. Masalah Supply Pump Pada bagian priming pump sudah disebutkan bahwa ada komponen supply pump dalam mesin diesel common rail. Fungsi utamanya adalah memompa solar ke dalam fuel rail yang menciptakan tekanan tinggi sehingga bahan bakar bisa diinjeksikan ke dalam injektor. Namun ada beberapa masalah yang bisa terjadi ke dalam supply pump SCV Suction Control Valve adalah salah satu bagian dari supply pump. Kalau SCV rusak, bocor, atau mampet, maka bisa membuat mesin susah hidup. Supply pump yang baru dipasang harus dilakukan inisialisasi terhadap ECU. Kalau tidak dilakukan inisialisasi, lampu indikator cek engine mobil Anda pasti menyala. Efeknya mesin susah dihidupkan.​​​​​​​​​​​​ Masalah Fuel Rail Fuel rail atau biasa disebut juga sebagai common rail memiliki dua komponen utama, yaitu fuel rail pressure limiter dan fuel rail pressure sensor. Kalau kedua komponen ini rusak atau memiliki masalah, pembacaan CUR kepada tekanan bahan bakar dalam fuel rail pasti tidaklah akurat. Anda langsung mendapatkan peringatan dini lewat lampu indikator cek engine yang menyala. Kemudian mesin menjadi susah hidup juga Inilah Cara Pasang GPS Mobil yang Benar Untuk Hindari Tersesat​​​​​​​ Masalah Injektor Injektor sudah disebutkan beberapa kali di atas. Fungsinya berguna untuk mengubah solar bertekanan menjadi kabut bahan bakar sehingga mesin bisa bekerja dengan baik. Namun ketika injektor bermasalah, mesin pasti susah hidup. Apalagi ada beberapa masalah yang bisa muncul Injektor mengalami mampet. Injektor belum diregistrasi ke ECU karena baru diganti. Injektor belum mengalami learning karena baru dipasang. Learning adalah proses pengenalan ECU kepada kondisi komponen baru. Maka dari itu, Anda perlu mengetahui cara membersihkan injektor mobil yang benar.​​​ Masalah Sensor Common Rail Rusak Mesin diesel common rail memiliki sensor-sensor yang berguna untuk acuan saat mengoperasikan injektor dan berbagai aktuator lainnya. Tentunya terkait juga dengan sistem common rail. Beberapa sensor itu adalah CKP sensor sensor ini berguna untuk mengukur sudut putaran crankshaft. CMP sensor sensor ini berguna untuk mengukur sudut putaran camshaft. MAP sensor sensor ini berguna untuk mengukur tekanan yang ada dalam intake manifold. Kalau salah satu dari sensor di atas mengalami kerusakan, dampak negatifnya adalah mesin jadi susah dihidupkan oleh Anda. Masalah ECU ECU adalah kontrol dari keseluruhan sistem common rail. Gunanya untuk membaca, mengolah, hingga memutuskan komponen mana yang bekerja sesuai kebutuhan mesin. Beberapa masalah ECU mencakup; ECU mengalami kerusakan hingga bisa membuat mobil mogok. Vehicle Identification Number VIN belum teregistrasi dalam ECU karena baru diganti. Mengganti ECU yang modelnya tidak sesuai dengan tipe mobil Anda. Masalah Tidak Melakukan Perawatan Berkala Masalah yang cukup penting untuk dihindari adalah melupakan perawatan berkala. AutoFamily harus merawat mesin mobil diesel common rail secara berkala agar bisa mendapatkan performa terbaik. Untuk itu bawa mobil Toyota kesayangan AutoFamily ke bengkel resmi Auto2000. Dengan barisan teknisi handal dan berpengalaman, masalah-masalah yang telah disebutkan di atas tidak akan terjadi sehingga mobil bisa digunakan setiap hari dengan nyaman dan lancar. Kunjungi Auto2000 Digiroom sekarang juga dan dapatkan berbagai Promo Dealer Mobil Toyota terbaru untuk berbagai jenis layanan purna jual Auto2000. Baca juga Ingin Modifikasi Toyota Fortuner? Yuk, Kenali Bagian-bagian pada Mesin Mobil​​​​​​​ Auto2000 Digiroom Dealer Toyota terbesar di Indonesia yang melayani jaringan jasa penjualan, perawatan, perbaikan dan penyediaan suku cadang Toyota yang tersebar di seluruh Indonesia. Temui kami di Media Sosial

sensor sensor pada mesin diesel common rail